‘pinky Promise’ Tidak Ingin Membuat Penonton Sekadar Menangis


Trailer PINKY PROMISE menghadirkan drama menyentuh yg terjadi di antara para penderita kanker. Dari dua adegan yg ditampilkan dalam trailer, penonton diajak bagi trenyuh dan terharu mulai kisahnya. Namun, sang sutradara, Guntur Soeharjanto menyampaikan bahwa film terbarunya ini lebih dari sekadar membuat penonton butuh tisu karena ingin menangis.Bagi Guntur, PINKY PROMISE ingin menyentil para penontonnya bagi sadar bahwa ada banyak penderita kanker payudara di Indonesia. “Saya setiap untuk film tak mau terlalu memikirkan bagaimana dengan personal feeling setiap orang. Film ini lebih menceritakan bagaimana caranya berjuang bagi bertahan hidup dari breast cancer,” paparnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dua waktu lalu.Oleh karenanya, Guntur dan penulis skenario filmnya, Ginatri S Noer tak main-main dalam menulis cerita. Mereka melakukan riset mendalam terlebih lalu bagi mendapatkan cerita yg mampu dipercaya penonton. Salah sesuatu risetnya adalah dengan menggandeng komunitas Love Pink. Dari komunitas yg bergiat dengan penderita kanker payudara ini, mereka mengolah ceritanya.”Riset dan data dapat diakses oleh komunitas Love Pink. Jadi apapun yg didapatkan itu valid karena komunitas itu stay di situ yah,” tegasnya. Salah sesuatu poin yg tak dapat digarap secara ngawur tentunya tentang kanker itu sendiri. Lewat PINKY PROMISE, penonton mampu tahu lebih banyak tentang penyakit mengerikan sesuatu ini.”Semua gak ngawur dari pembentukan karakter sampai bahasan tentang kanker itu sendiri. Jadi harapannya, penonton bakal tahu banget apa itu kanker,” pungkas Guntur. Penasaran dengan jalan cerita PINKY PROMISE yg diolah dari riser mendalam ini? Intip dalam trailer berikut ini.
(kpl/aal/dka)
Sumber:

http://www.merdeka.com/artis/pinky-promise-tidak-ingin-membuat-penonton-sekadar-menangis.html

loading...



‘pinky Promise’ Tidak Ingin Membuat Penonton Sekadar Menangis